MAKALAH
PRODUK
NASIONAL DAN PENDAPATAN NASIONAL
Makalah ini
disusun untuk memenuhi Tugas Mata kuliah
“Pengantar Ilmu Ekonomi”
Dosen
pengasuh Yopi Nisa Febianti, S.Pd., M.Pd

Di susun
oleh :
1.
Nama : Muhammad Affan Fahrizal
NPM : 114080176
2.
Nama :
Rizka Ayu Agustin
NPM : 114080158
3.
Nama : Silviyani
NPM : 114080183
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SWDAYA GUNUNG JATI
2014
Puji dan Syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT, karena
berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita,
manusia yang paling mulia, Nabi besar Muhammad saw, berikut seluruh keluarga
dan sahabat-sahabat beliau.
Makalah ini membahas mengenai “Produk
Nasional danPendapatan Nasional”. Adapun maksud dan tujuan makalah ini
yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar
ilmu ekonomi . Kami menyadari bahwa didalam makalah kami ini masih banyak
kekeurangan , kami mengharapkan kritik dan saran demi menyempurnakan makalah
kami agar lebih baik dan dapat berguna semaksimal mungkin.
Demikian makalah yang kami buat, semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita semua.
BAB I
Seorang
manusia membutuhkan materi (uang) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang begitu
banyak. Materi (uang) sangat berkaitan dengan pendapatan, dalam hal ini materi
(uang) merupakan salah satu bentuk pendapatan. Lalu apa itu pendapatan? Dalam
pengertian umum, pendapatan adalah hasil pencaharian berupa uang atau materi
lainnya yang didapat dari suatu usaha, yang kemudian akan digunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup. Jadi, pendapatan memegang peranan penting dalam
kehidupan seorang manusia, dengan pendapatan yang berupa materi mereka dapat
membuat peramalan, perencanaan, dan pengaplikasian yang lebih baik dalam
kehidupannya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya. Contoh,
seorang pegawai negeri memperoleh pendapatan (gaji) setiap bulan, dari jumlah
pendapatannya itu dia akan membuat suatu anggaran pengeluaran seperti biaya
makan, listrik, air, dan lain-lain untuk jangka waktu satu bulan. Dia akan
berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan banyaknya pendapatan yang
diperoleh.
Pendapatan
menjadi aspek yang sangat penting dari setiap bentuk usaha. Di Negara kita ini,
berbagai sektor usaha seperti pertanian, perkebunan, industri, pariwisata,
perbankan dan masih banyak sektor yang lain berlomba-lomba menghasilkan
pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang mereka jalani agar tetap bisa
bertahan. Di lain sisi, kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh berbagai
sektor tersebut juga akan memberikan pendapatan nasional bagi Negara.
1. Pengertian Produk Nasional dan Pendapatan
Nasional
2. Konsep
Pendapatan Nasional
3.
Perhitungan Pendapatan Nasional
4.
Tolok ukur keberhasilan perekonomian
1. Mengetahui kemampuan dan
pemerataan perekonomian masyarakat dan negara.
2. Memperoleh taksiran yang akurat
tentang nilai barang dan jasa dalam satu tahun.
3. Membantu pemerintah dalam
perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.
4. Mengkaji dan mengendalikan
faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian
Negara.
Pendapatan nasional adalah jumlah
pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode waktu tertentu, atau jumlah
seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara dalam satu
tahun.
Produk nasional adalah keseluruhan
jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh masyarakat dalam suatu
negara dalam waktu tertentu. Antara produk nasional dan pendapatan nasional
terdapat hubungan yang erat.
Jika
dilihat dari jumlah barang atau jasa yang dihasilkan, produk nasional di
kelompokkan menjadi Gross Domestic Product(GDP) dan Gross National
Product(GNP). Dari kedua konsep tersebut akan melahirkan konsep Net National
Product(NNP), National Income(NI), Personal Income(PI), dan Disposable
Income(DI).
Gross Domestic Product (GDP) di
kenal dengan Produk Domestik Bruto (PDB). PDB adalah nilai barang dan jasa yang
dihasilkan seluruh warga masyarakat dalam suatu negara dalam periode waktu
tertentu, biasanya satu tahun. Di dalam Produk Nasional Bruto (PNB) sudah
termasuk pendapatan neto dari hasil usaha di luar negeri. Sementara itu, Produk
Domestik Bruto merupakan hasil semua kegiatan yang dikerjakan di dalam negeri,
termasuk kegiatan orang asing yang ada di dalam negeri.
Gross National Product (GNP) atau
Produk Nasional Kotor sering disebut Produk Nasional Bruto (PNB). PNB adalah
seluruh nilai produk (barang dan jasa) yang dihasilkan masyarakat suatu negara
dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Termasuk di dalamnya, yaitu
produk (barang dan jasa) yang dihasilkan masyarakat negara tersebut yang berada
di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja
di dalam negeri tidak termasuk unsur GNP.
Dengan demikian, GNP dapat dirumuskan sebagai berikut
:
![]() |
Net National Product (NNP) atau
Produk Nasional Neto (PNN) adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, setelah dikurangi
penyusutan (depresiasi). Dengan kata lain, NNP di rumuskan sebagai berikut :
National Income (NI) atau Pendapatan
Nasional (PN) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam
periode tertentu, biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung
(indirect tax).
NI dapat dirumuskan sebagai berikut
:
Personal Income (PI) atau Pendapatan
Perseorangan (PP) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat
yang benar benar sampai ke tangan masyarakat. Dalam
pendapatan pribadi sudah termasuk pembayaran pindahan (transfer
payment), yakni pemberian-pemberian yang dilakukan oleh pemerintah kepada
berbagai golongan masyarakat dimana para penerimanya tidak perlu menerima balas
jasa atau usaha apapun sebagai imbalannya.
Dengan demikian, Personal Income dapat dirumuskan
sebagai berikut :
Disposable Income (DI) atau
Pendapatan Disposable (PD) adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang
sudah siap dibelanjakan penerimanya. pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan
guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang
disalurkan menjadi investasi.
DI dapat dirumuskan
sebagai berikut :
Ada tiga
cara perhitungan pendapatan nasional, yaitu metode output(output approach),
metode pendapatan(income approach), dan metode pengeluaran(expenditure
approach). Masing-masing metode (pendekatan) melihat pendapatan nasional dari
sudut pandang yang berbeda, tetapi hasilnya saling melengkapi.
Pendekatan produksi adalah menjumlahkan
nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidangindustri, agraris, ekstraktif, jasa dan
niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang
dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi
(bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
Metode pendapatan adalah mejumlahkan
pendapatan dari faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang
dan jasa, yakni :
1.
Pendapatan para pekerja : gaji dan
upah
2.
Pendapatan dari usaha perorangan
3.
Pendapatan dari sewa
4.
Bunga
5.
Keuntungan perusahaan
Pendekatan pengeluaran adalah
menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi
dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan
ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku
kegiatan ekonomi negara, yaitu:
1). Konsumsi Rumah Tangga (Household
Consumption)
2). Konsumsi Pemerintah (Government
Consumption)
3). Pengeluaran Investasi
(Investment Expenditure)
4). Ekspor Neto (selisih antara
nilai ekspor dikurangi impor)
a. Konsumsi Rumah
Tangga (Household Consumption)
Pengeluaran
sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang
habis pakai dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang
dapat dipakai lebih dari setahun atau barang tahan lama (non-durable goods).
b. Konsumsi
Pemerintah (Government Consumption)
Konsumsi pemerintah adalah
pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa
akhir (government expenditure).
c. Pembentukan
Modal Tetap Domestik Bruto (Investment Expenditure)
Pemebentukan
Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan sektor dunia usaha. Pengeluaran
ini dilakukan untuk memelihara dan memperbaiki kemampuan menciptakan atau
meningkatkan nilai tambah. Termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa
barang jadi maupun barang setengah jadi.
d. Ekspor Neto
(Net Export)
Yang
dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor.
Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daripada impor.
keberhasilan suatu perekonomian akan cenderung
memandang konsumen atau rumah tangga sebagai unit dan perusahaan sebagai sektor bisnis, pelaku di sektor
publik, baik di tingkat lokal maupun pusat. Besaran-besaran yang di perhatikan
pun meliputi output nasional,
pengeluaran konsumsi dan investasi agregat, tabungan nasional, tingkat harga
umum dan inflasi, pengangguran dan kesempatan kerja, nilai tukar mata uang,
neraca pembayaran, anggaran pemerintah, tingkat bunga, permintaan uang,
uang beredar, dan lain sebagainya.
Kesempatan kerja, stabilitas harga, dan pertumbuhan
ekonomi sering direncanakan sebagai tujuan pembangunan nasional untuk mencegah
terjadinya inflasi dan berusaha mendorong pertumbuhan perekonomian.
Keberhasilan perekonomian dari suatu bangsa pun dapat dilihat dari hasil
perhitungan pendapatan nasional dan produk nasionalnya.
.
Ø
Pendapatan Nasional adalah jumlah
pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode waktu tertentu, atau jumlah
seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam satu
tahun.
Ø
Produk nasional adalah keseluruhan
jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh masyarakat dalam suatu
negara dalam waktu tertentu. Antara produk nasional dan pendapatan nasional
terdapat hubungan yang erat.
Ø Konsep
Pendapatan Nasional yaitu : GDP(Gross Domestik ProductP),GNP(Gross National
Product),NNP (Net National Product),NI(Nationl Income),PI (Personal Income) dan
DI (Disposable Income)
Ø Cara untuk
menghitung pendapatan nasional dengan cara pendekatan produksi, pendekatan
pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.
Ø Keberhasilan perekonomian dari
suatu bangsa pun dapat dilihat dari hasil perhitungan pendapatan nasional
dan produk nasionalnya.
1.
Ahman Eeng, Membina Kompetensi Ekonomi Kelas X SMA/MA, Bandung : Grafindo Media Pratama, 2007
2.
Rahardja Pratama, Manurung Mandala, Pengantar Ilmu Ekonomi
(mikroekonomi&makroekonomi) Edisi Ketiga, Jakarta : Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008
3. http://www.academia.edu/6668645
4. http://blog-pelajaransekolah.blogspot.com/2014/01/pengertian-produk-nasional.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar